Sungguh Indah Jika Hidup Tak Bermaslah
Sungguh Indah Jika Hidup Tak Bermaslah

Tipshidupsukses.web.id – Beberapa waktu yang lalu, saya bertemu dengan seorang teman yang mengatakan dia memiliki banyak masalah. Dalam diskusi, kata-kata “Betapa indahnya hidup ini jika tidak ada masalah” muncul. Ketika saya selesai mengatakan itu, saya menjawab: “Jika saya hidup tanpa tantangan, saya akan merasa bosan.” Saya melihat wajahnya sedikit bingung dengan pernyataan saya. Saya hampir tidak pernah mengatakan bahwa saya memiliki masalah untuk waktu yang lama, saya mengubah kata masalah dengan tantangan.

Saya memang sering menggunakan kata challenge dibandingkan dengan masalah. Karena kata masalah sendiri mempunyai konotasi yang negatif, sedangkan kalau challenge adalah suatu kata yang positif. Artinya akan berbeda sekali kalau saya mengatakan bahwa “Untuk naik ke suatu level harus mendapatkan challenge, dibandingkan dengan kalau saya mengatakan untuk naik ke suatu level harus mendapatkan masalah”. Rasanya kalimat yang kedua menjadi aneh karena nadanya negatif. Sudah lama saya menghilangkan pemikiran negatif, dan memang dampaknya terasa sekali pada cara berpikir. Dengan menghilangkan kalimat dan pikiran negatif, kita akan melihat masalah dengan jauh lebih jernih, sehingga lebih mudah untuk menyelesaikannya.

Saya menceritakan bahwa dalam hidup ini kita sudah pasti akan menghadapi tantangan, dengan tantangan kita akan naik kelas. Artinya yang tadinya tidak dapat menyelesaikan suatu tantangan, dan kalau bisa menyelesaikannya maka kita akan naik kelas. Sering sekali terjadi dalam diri saya tantangan-tantangan yang luar biasa, dan setelah dapat menyelesaikan semuanya itu akan menjadi jauh lebih baik. Beberapa tahun yang lalu anggota dari salah satu departemen di Andal Software mengundurkan diri satu-persatu. Sehingga jumlah orang di departemen tersebut berkurang, ini terjadi karena memang ada perubahan sistem untuk menjadi lebih baik. Yang saya lakukan adalah dengan memindahkan beberapa orang ke dalam departemen tersebut kemudian merekrut beberapa orang baru.

Pada awalnya mungkin agak sulit, tetapi setelah 3 bulan kemudian keadaan menjadi normal, sekarang departemen tersebut memiliki performance yang sangat bagus. Pengalaman tersebut memberikan pelajaran bahwa untuk meningkatkan suatu performance, kadang-kadang kita perlu mengubah strategi. Hambatannya adalah orang yang sudah biasa bekerja dengan pola lama sulit untuk berubah ke pola yang baru. Kalau dulu mungkin saya akan mempertahankan orang orang tersebut. Tetapi kalau saya pertahankan, saya tidak dapat melakukan implementasi sistem yang baru. Saya lebih memilih untuk mencari orang yang tepat dengan menggunakan strategi yang baru, dibandingkan dengan mempunyai orang yang lama tetapi tidak dapat memperbaiki sistem yang ada.

Beberapa tahun yang lalu saya pernah mendapatkan calon customer dengan jumlah karyawan puluhan ribu. Untuk mendapatkan calon customer tersebut sistem yang ada pada Andal Software harus di fine tune, karena kalau memproses dengan jumlah karyawan sedikit dan dengan jumlah karyawan yang banyak pasti akan berbeda. Kita berusaha untuk memperbaiki sistemnya agar prosesnya lebih efisien, dan ternyata banyak hal yang dapat diperbaiki. Namun usaha keras ini tidak membuahkan hasil, artinya calon customer tersebut memilih yang lain. Tetapi dalam proses diskusi yang panjang, kami menangkap banyak hal yang dibutuhkan oleh perusahaan dengan jumlah karyawan yang banyak. Dari diskusi yang panjang dan harapan dari Sang CEO, sekarang kami dapat membangun aplikasi yang sesuai seperti dengan apa yang diharapkan. Sistem tersebut jauh lebih handal dibandingkan dengan sistem yang sekarang, banyak sekali fitur-fitur yang tidak dapat dilakukan pada aplikasi di generasi yang sekarang, dapat dilakukan di aplikasi generasi yang sedang dibuat.

Baca juga : Ubah Cara Berpikir Anda Jika Ingin Sukses

Apakah dengan tidak mendapatkan customer yang besar tadi menjadi masalah buat saya? Ternyata tidak, kami mendapatkan banyak pelajaran dari hasil diskusi dengan calon customer tersebut. Seandainyapun saya mendapatkan customer tersebut, mungkin banyak hal yang tidak dapat dilakukan oleh sistem yang sekarang ini. Jadi pertanyaannya adalah Apakah saya mendapatkan masalah karena saya tidak bisa mendapatkan customer dengan jumlah karyawan puluhan ribu? Menurut saya tidak, karena banyak pelajaran yang saya dapatkan untuk membuat aplikasi generasi baru, dan salah satu faktor pendorong membuat aplikasi generasi ketiga adalah karena tidak mendapatkan customer tersebut.

Pelajaran Yang Didapatkan
Masalah yang kita hadapi, tergantung bagaimana kita melihatnya. Kalau kita bisa melihat sisi positif dari masalah yang sedang kita hadapi, maka kita akan dapat menerima bahkan kita akan mendapatkan lebih dari apa yang kita pikirkan. Di setiap tantangan yang saya hadapi, saya akan selalu melihat pelajaran apa yang bisa saya dapatkan dalam mengatasi tantangan tersebut.

Jadi dalam hidup perlu tantangan agar kita dapat naik ke kelas yang lebih tinggi, semakin tinggi tantangan kita akan semakin besar, tetapi karena kita telah dilatih mulai dari tantangan yang kecil maka cara menghadapi tantangannya akan berbeda. Berpikir positif akan membantu cara mengatasi tantangan yang lebih baik. Saya juga tidak percaya bahwa kesempatan adalah keberuntungan, saya tidak melihat adanya keberuntungan, karena keberuntungan dapat kita cari. Perbedaannya adalah kalau keberuntungan, kontrolnya ada pada orang lain atau yang Maha Kuasa. Sedangkan kalau kita cari, kontrolnya ada pada kita.